Selamat Belajar
Tampilkan postingan dengan label Materi Kelas 7. Tampilkan semua postingan

Menyimpulkan

Menyimpulkan isi berita yang dibacakan dalam beberapa kalimat

Materi menyimpulkan isi berita yang dibacakan dalam beberapa kalimat ini termasuk materi
Pelajaran bahasa indonesia kelas 7 SMP

Aspek : mendengarkan

Indikator
Mampu menunjukan pokok-pokok berita
Mampu menyarikan pokok berita menjadi isi berita
Mampu menyimpulkan isi berita

Kegiatan pembelajaran

Supaya kita mampu mengetahui pokok-pokok berita dengan mudah, berikut hal-hal yang harus diperhatikan:
Pokok berita biasanya diungkapkan di awal berita
Pahami unsur berita (apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, bagaimana)
Cari tahu akibat dari peristiwa
Perhatikan juga pendapat ahli


Perhatikan contoh berikut!

Beberapa keluarga mulai mengungsi akibat erupai gunung raung. Rumah yang berjarak 5 km dari puncak terkena imbas. Abu vulkanik menimpa rumah. Para pengungsi tersebut mengungsi sementara di balai desa dan sekolah terdekat. Mereka kekurangan bahan makanan. Perlu adanya pertolongan segera dari berbagai elemen.

Pokok berita dari berita tersebut adalah:
  1. Wargamulai mengungsi akibat erupsi Gunung Raung.
  2. Pengungsi mengungsi di balai desa dan sekolah
  3. Mereka kekurangan makanan

Isi beritanya adalah : sebagian warga mengungsi terdampak erupsi Gunung Raung.

Simpulan berita : masalah kekurangan makanan perlu bantuan dan perhatian berbagai elemen masyarakat.
Sekarang mari lanjutkan pada latihan. Ingat, kompetensi yang dilatih pada materi ini menitik beratkan pada aspek mendengarkan, jadi beritanya pun sebaiinya dibacakan. Boleh oleh guru, murid, atau rekaman. Perhatikan berita berikut:

Petani di Desa Balang, Kecamatan Dayaluhur resah akibat kemarau panjang. Sampai bulan Agustus ini hujan belum juga turun. Sementara cadangan air semakin menipis. Sawah-sawah mulai kering. Hal tersebut dapat memicu puso, gagal panen. Bila kenyataan ini terjadi maka para petani akan merugi jutaan rupiah. Keresahan petani diperparah dengan tingginya harga kebutuhan pokok. Penghasilan berkurang, namun pengeluaran justru meningkat.Instasi terkait tentu harus tanggap menjawab permasalahan tersebut.

Soal:
  1. Tuliskanlah pokok-pokok berita tersebut di atas!
  2. Tuliskan kembali isi berita tersebut dengan kalimat sendiri!
  3. Simpulkan berita tersebut!

Demikianlah materi pelajaran bahasa indonesia kelas 7 smp menyimpulkan isi berita yang didengarkan dalam beberapa kalimat.

Membaca Memindai

Menemukan Makna Kata Tertentu dalam Kamus, Secara Cepat dan Tepat Sesuai Konteks yang Diinginkan Melalui Kegiatan Membaca Menidai

Materi Menemukan Makna Kata Tertentu dalam Kamus, Secara Cepat dan Tepat Sesuai Konteks yang Diinginkan Melalui Kegiatan Membaca Menidai termasuk materi bahasan Pelajaran Bahasa Indonesia semester satu
Indikator
Mampu menenukan tema secara cepat dan tepat
Mampu menentukan makna kata secara tepat
Kegiatan Pembelajaran
Pengertian Membaca Menindai
Membaca memindai atau scaning adalah kegiatan membaca yang dilakukan untuk menemukan informasi secara cepat dan tepat. Contoh kegiatanyanya yakni membaca indeks, buku telepon, jadwal pelajaran, atau membaca kamus.
Cara membaca memindai antara lain:
1. Gerakan mata dari atas ke bawah dengan cepat
2. Apabila mencari huruf B, fokuslah pada huruf B
Salah satu kegiatan membaca memindai adalah membaca kamus. Kamus standar yang digunakan di Indonesia adalah Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang disusun oleh balai bahasa.
Sekarang akan kami tampilkan sebuah teks, baca dengan baik.
Tari Gambyong
1) Tari Gambyong adalah tarian untuk menyambut tamu atau mengawali suatu resepsi perkawinan. Tarian ini dinamai sesuai dengan nama penari yang bernama Gambyong. Penari ini hidup pada zaman Sunan Paku Buwana IV di Surakarta. Dia mahir dalam me¬nari dan memiliki suara merdu sehingga menjadi pujaan kaum muda pada zaman itu.
Koreografi tari Gambyong sebagian besar berpusat pada penggunaan gerak kaki, tu¬buh, lengan, dan kepala. Penari tidak hanya lentur tubuhnya, tetapi juga harus ter¬ampil. Ada berbagai gerak dalam tari Gambyong. Gerak srisig adalah gerak dengan sikap berdiri jinjit dilanjutkan dengan langkah-langkah kecil. Nacah miring yaitu kaki kiri bergerak ke samping, bergantian disusul kaki kanan diletakkan di depan kaki kiri. Kengser adalah gerak kaki ke samping dengan cara bergeser dengan posisi kaki tetap merapat ke lantai. Gerak embat atau entrag adalah gerak dengan posisi lutut yang membuka karena mendhak bergerak ke bawah dan ke atas. Selain itu, ada juga gerak berjalan (sekaran mlaku), dan gerak di tempat (sekaran mandheg).
Diolah dari buku Sejarah Tari Gambyong: Seni Rakyat Menuju Istana (2004),
Cari makna kata yang bercetak tebal dalam kamus
1. Merdu :
2. Merdu :
3. Koreografi :
4. Lentur :
5. Terampil :

Demikianlah materi pelajaran bahasa indonesia kelas 7 : Menemukan Makna Kata Tertentu dalam Kamus, Secara Cepat dan Tepat Sesuai Konteks yang Diinginkan Melalui Kegiatan Membaca Menidai

Sinonim Dan Antoni

CATATAN BAHASA INDONESIA : “SINONIM DAN ANTONIM” (Pengertian,Jenis,Contoh)

Sinonim adalah 2 kata atau lebih yang memiliki makna atau arti yang sama.
Sinonim dibagi atas 2:
a. Sinonim Netral
Adalah sinonim yang dapat digunakan dalam satu kalimat yang sama
Contoh: – Tembok (=dinding) rumah kami berwarna hijau
– Dia sangat pandai (=pintar) dalam pelajaran Fisika
b. Sinonim berkonotasi
Adalah sinonim yang tidak dapat digunakan dalam 1 kalimat yang sama atau nilai rasanya berbeda
Contoh: Mati = meninggal = wafat = tewas = gugur
– Kustari mati ditabrak motor tadi pagi
– Ningsi meninggal beberapa bulan yang lalu
– Isa Almasih wafat pada usia ke 40 tahun
– Perampok itu tewas dihajar masa
– Pahlawan gugur di medan perang
Antonim adalah kata-kata yang memiliki makna berlawanan
Jenis Antonim:
Antonim kembar adalah kata-kata yang berantonim tidak dapat digantikan dengan kata berantonim lainnya.
Contoh: Ayah<>Ibu, Pemuda<>Pemudi, Pria<>Wanita, Kakak<>Adik
Antonim bertingkat dalah kata-kata berantonim memiliki tingkatan tentang sesuatu.
Contoh: Cepat<>Lambat
Tinggi<>Rendah
Panjang<>Pendek
Besar<>Kecil
Pagi<>Malam
Siang<>Sore
Tua<>Muda
Langit<>Bumi
Antonim kebalikan adalah kata-kata berantonim berbalik tepat sesuai rujukannya.
Contoh: Pulang <> Pergi
Antar<>Jemput
Kiri<>Kanan
Depan<>Belakang
Antonim hierarkis (berstuktur) adalah antonim yang naik tingkat.
Contoh:
Detik<>Menit
Menit<>Jam
Jam<>Hari
Hari<>Minggu
Minggu<>Bulan
Bulan<>Tahun
^^^^^^^^^^^^^^^^^
Sekian materinya, semoga bermanfaat bagi teman-teman semua.
Boleh share asal jangan lupa sertakan kreditnya.
Terima kasih sudah mau membaca dan
jangan lupa tinggalkan comment!

Menulis Pengalaman Pribadi

MENCERITAKAN PENGALAMAN YANG PALING MENGESANKAN DENGAN MENGGUNAKAN PILIHAN KATA DAN KALIMAT EFEKTIF



MENCERITAKAN PENGALAMAN YANG PALING MENGESANKAN DENGAN MENGGUNAKAN PILIHAN KATA DAN  KALIMAT EFEKTIF -  Pengalaman merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan seseorang. Semua orang pasti mempunyai pengalaman, bahkan bayi yang baru lahirpun punya pengalaman ketika masih berada dalam kandungan ibunya, walupun pengalaman semacam itu tidak bisa diingat. Jika kita berbicara tentang pengalaman, tentu tidak akan ada habisnya, karena semenjak kita dilahirkan sampai kita beranjak dewasa setiap hari kita mengalami kisah-kisah yang silih berganti setiap harinya.



        Experience Is The Best Teacher, pepatah yang sering kita dengar di mana pepatah ini menunjukkan betapa pentingnya pengalaman sebagai pelajaran kehidupan kita. Pengalaman adalah guru terbaik, pernyataan ini agaknya tidak berlebihan, karena memang pada kenyataanya kita sangat memerlukan pengalaman sebagai pedoman untuk melangkah ke depan. Pengalaman buruk dapat kita jadikan pelajaran agar kita tidak terjerumus melakukan kesalahan yang sama di masa depan. Pengalaman yang baik, selain menjadi kenangan manis, juga bisa kita ambil manfaatnya untuk mengulang sesuatu yang baik. 

Menceritakan Pengalaman dengan Memilih Kata dan Kalimat yang Efektif

        Untuk menceritakan pengalaman mengesankan yang kita alami, ada beberapa kiat yang bisa kita lakukuan, diantaranya adalah :
  • Mengingat kembali pengalaman yang kita alami,
  • Membuat kerangka cerita yang berisi poin-poin penting dari pengalaman kita,
  • Menyusun dan mengembangkan kerangka menjadi cerita yang utuh.
        Jangan lupa untuk menggunakan pilihan kata yang tepat, sehingga cerita kita menjadi lebih menarik. Kita bisa menggunakan ungkapan, peribahasa dan bahasa puitis agar cerita kita menjadi lebih bagus.

Contoh Kerangka Cerita :
1. Hari itu pagi-pagi sekali aku dan teman-teman pergi ke sekolah
2. Sesampainya di sekolah sudah terparkir sebuah bus pariwisata
3. Dalam perjalanan bis yang kami tumpangi mengalami kerusakan mesin
4. Akhirnya kami sampai juga di candi Borobudur walaupun terlambat 2 jam dari jadwal yang sudah ditentukan.


Contoh Pengembangan Kerangka

      Hari itu  pagi-pagi sekali aku dan teman-teman pergi ke sekolah. Kami merasa bersemangat karena hari itu kami akan bertamasya ke candi Borobudur. Sepanjang jalan menuju sekolah kami bercanda dan bernyanyi lagu yang sedang hits pada waktu itu.
    Sesampainya di sekolah sudah terparkir sebuah bus pariwisata. Kami langsung naik dan menduduki kursi yang sudah ditempeli nama sesuai absen. Tepat pukul 07.00 WIB kami berangkat. Di dalam bus aku dan teman-temanku bernyanyi dengan riang. 
     Tiba-tiba sesuatu yang tidak diharapkan menimpa kami. Dalam perjalanan bus yang kami tumpangi mengalami kerusakan mesin. Kemudian pak sopir menelpon seorang montir untuk memperbaiki bus tersebut. Kamipun turun dari bus dan menunggu bus selesai di perbaiki. 
     Setelah 2 jam akhirnya buspun selesai diperbaiki. Kamipun melanjutkan perjalanan menuju Borobudur. Akhirnya kami sampai juga di candi Borobudur walaupun terlambat 2 jam dari jadwal yang sudah ditentukan.


Demikian Postingan tentang Menceritakan Pengalaman yang Paling Mengesankan dengan Mengunakan Pilihan Kata dan Kalimat Efektif, semoga bermanfaat.

Baca Juga Melaporakan Berbagai Peristiwa Secara Lisan

Selamat Belajar...!!! :)

Pantun

MENULIS PANTUN SESUAI DENGAN SYARAT-SYARAT PANTUN

Menulis Pantun Sesuai dengan Syarat-Syarat Pantun - Pantun merupakan jenis puisi lama yang sampai saat ini masih sering dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Menulis pantun tidak seperti menulis puisi modern, yang lebih bebas berekspresi tanpa terikat aturan tertentu. Pada zaman dahulu pantun hanya disampaikan secara lisan saja, tetapi sekarang pantun sudah ditulis ke dalam buku dan dijadikan salah satu materi pelajaran Bahasa Indonesia.

Pantun terbagi menjadi dua bagian, bagian sampiran dan isi. Bagian sampiran merupakan bagian pengatar yang berada pada dua baris pertama sebuah pantun. Sedangkan bagian isi adalah inti atau tujuan dari pantun tersebut. Dari bagian isi inilah bisa kita ketahui isi dari sebuah pantun.
Berdasarkan isinya pantun bisa dibagi menjadi :
1. Pantun Anak-Anak
2. Pantun Cinta dan Kasih Sayang
3. Pantun Adat Istiadat
4. Pantun Agama
5. Pantun Cerita
6. Pantun Nasehat
7. Pantun Pujian

PANTUN


Syarat-Syarat / Ciri-ciri Pantun

Untuk membuat sebuah pantun kita harus memenuhi persyaratan yang merupakan ciri dari pantun itu sendiri. Ciri/syarat yang dimaksud adalah sebagai berikut :

1. Satu bait terdiri dari 4 baris
2. Satu baris terdiri dari 8-12 suku kata
3. Bersajak a-b-a-b
4. 2 baris pertama sebagai sampiran
5. 2 baris berikutnya sebagai isi

Nah, setelah kita mengetahui pengertian dan syarat-syarat pantun, kita bisa menulis pantun sesuai dengan syarat-syarat pantun. Perhatikan contoh pantun berikut :

Larik
Sajak
Jumlah Suku Kata
Isi & Sampiran
Pisang emas dibawa berlayar
a
10
Baris 1 & 2 :Sampiran
Masak sebiji dimasukkan peti
b
11
Utang emas dapat dibayar
a
9
Baris 3 & 4 : Isi
Utang budi dibawa mati
b
9


Dari tabel di atas, terlihat dengan jelas ciri-ciri dari pantun, dan pantun di atas sesuai dengan syarat-syarat menulis pantun.



Contoh-Contoh Pantun :

Ada gula ada semut
Dari Jakarta hendak ke Badung
Jadi orang jangan suka cemberut
Coba dengarkan sebuah senandung

Burung camar di tepi pantai
Pantai indah banyak ombaknya
Jadilah kamu anak yang pandai
Sudah pasti banyak temannya

Nonton bola di atas pohon
Sambil minum  es kelapa muda
Bila kamu mau memohon
Niscaya Tuhan mengabulkannya


Demikian posting terntang Menulis Pantun Sesuai dengan Syarat-Syarat Pantun. Semoga bermanfaat.

Selamat Belajar...!!! :)

Materi kelas 7

TEKS FABEL

Teks Cerita Fabel : Pengertian, Struktur, dan Contoh Teks Cerita Fabel


Salah satu inti dalam pembelajaran ini adalah memahami Teks Cerita Fabel, baik dari segi pengertian, Struktur dan Contohnya. Di dalam pembelajaran kelas VIII semeser 1 Kurikulum 2013, kalian akan mempelajari materi perihal Teks Cerita Fabel. Sudah mengenalkah apa yang dimaksud cerita fabel beserta struktur dan contohnya? Baik kita akan kupas satu persatu

Pengertian Teks Cerita Fabel

Di Sekolah Dasar atau di kelas VII, tentunya kalian pernah mendengar yang namanya fabel, atau yang sering kita definisikan sebagai cerita mengenai binatang atau hewan yang kehidupannya seperti layaknya manusia.

Jika manusia mampu bercakap-cakap, maka begitu juga dengan binatang yang ditokohkan dalam cerita fabel, hampir seluruh kegiatan atau aktivitas manusia pada umumnya dipraktikan oleh binatang dalam cerita fabel.



            Contoh Puisi yang Mendeskripsikan Binatang / Hewan

Sebelum mempelajari cerita fabel, kita akan mengenal terlebih dahulu salah satu puisi yang mendeskripsikan binatang atau hewan. Hal ini ada dalam puisi berjudul “Gajah” karya Taufiq Ismail, adapun larik puisinya sebagai berikut :

Gajah


Anak-anak pernahkah kamu melihat gajah?

Di kebun binatang atau dalam buku sekolah?

Binatang ini badannya besar sekali

Dan lihatlah, juga teramat tinggi

Kedua telinganya lebar melambai-lambai

Hidungnya panjang, bernama belalai

Tapi matanya kecil dan tampak tidak sesuai

Kedua gadingnya tampak pula terjulai

Gajah itu sampai empat meter tingginya

Aduh adh, bukan kepalang tingginya

Dapatkah engkau menerka berapa berat badannya?

Enam ribu kilogram kira-kira berat tubuhnya

Belalai itu amatlah kuatnya

Kayu yang besar dapat diangkatnya

Tapi juga untuk menghisap air dan mengambil makanan

Lalu ke dalam mulutnya dia masukan

Gajah itu tinggl di hutan berkawan-kawan

Di Afrika, India, dan Sumatra bagian selatan

Bila sudah jinak pandailah dia bermain sirkus

Misalnya menari-nari atau berdiri di atas dua kaki


Puisi tersebut jika ditelisik lebih mendalam menggambarkan perihal binatang atau hewan Gajah. Pendeskripsiannya begitu jelas beserta dengan fungsi-sungsi dari setiap anggota tubuh Gajah. Bilalah puisi tersebut diubah menjadi sebuah cerita, maka sudah dipastikan akan menjadi cerita Fabel, disebabkan menceritakan kehidupan binatang.

Selain Gajah tentunya masih banyak binatang lain yang biasanya diceritakan dala fabel, seperti kura-kura, monyet dan kupu-kupu serta binatang lainnya. Di bawah ini sebuah contoh cerita yang menggambarkan kehidupan atau keseharian binatang atau hewan.

“Dikisahkan pada suatu hari yang cerah ada seekor semut berjalan-jalan di taman. Ia sangat bahagia karena bisa berjalan-jalan melihat taman yang indah. Sang semut berkeliling taman sambil menyapa binatang-binatang yang berada di taman itu.

Ia melihat sebuah kepompong di atas pohon. Sang semut mengejek bentuk kepompong yang jelek yang tidak bisa pergi ke mana-mana.

Hey, kepompong alangkah jeleknya nasibmu, hanya bisa menggantung di ranting itu, ayo jalan-jalan lihat dunia yang luas ini, bagaimana nasibmu jika ranting itu patah?

Sang semut selalu membanggakan dirinya yang bisa pergi ke tempat ia suka. Bahkan, sang semut kuat mengangkat beban yang lebih besar dari tubuhnya. Sang semut merasa bahwa dirinya adalah binatang yang paling hebat. Si kempompong hanya dim saja mendengar ejekan tersebut.

Pada suatu pagi sang semut kembali berjalan ke taman itu Karena hujan, di mana-mana terdapat genangan lumpur. Lumpur yang licin membuat semuat yang kecil tergelincir ke dalam lumpur. Ia terjatuh ke dalam lumpur. Sang semut hampit tenggelam di kubangan lumpur itu.

Tiba-tiba ada binatang yang menolong, ternyata yang menolong adalah kupu-kupu yang tadinya selalu diejek oleh semuat yang saat itu berbentuk kempompong namun kini sudah menjadi kupu-kupu yang indah.

Akhirnya sang semut berjanji kepada kupu-kupu bahwa dia tidak akan menghina semua makhluk ciptaan Tuhan yang ada di taman itu. (Sumber: 50 cerita fabel)

Dongeng dan Jenisnya

            Macam-macam Dongeng

Dalam kenyataannya dongeng memiliki beberapa jenis, di antaranya yakni Fabel, Legenda, Mite dan Sage. Adapun penjelasan dari keempatnya yakni :


Fabel
Fabel adalaj salah satu dongeng yang menceritakan perihal kehidupan binatang atau hewan yang hidup layaknya manusia, memiliki karakter, sifat dan perbuatan yang biasanya dilakukan oleh manusia pada umumnya. Karakter yang dimaksud yakni sedih, gembira, cerdas, cerdik, bijaksana, sombong iri, licik dan sifat lainnya baik negatif maupun sifat positif. Contoh dari cerita fabel yakni Kancil dan Siput, Kura-kura dan Monyet, Kuda dan Rusa dan jenis cerita lainnya yang menceritakan binatang yang layaknya manusia.

Legenda
Legenda adalah salah satu dongeng yang menceritakan perihal asal mula atau asal muasal suatu daerah, tempat wilayah, yang sehingga dikenal orang bahkan menjadi nama daerah tersebut. Hal ini bisa dicontohkan seperti Gunung Tangkuban Parahu, Banyuwangi, Situ Mustika, Pulo Majeti, Rawa Onom dan lainnya.

Mite
Mite adalah salah satu dongeng yang menceritakan perihal makhluk halus, dewa-dewa atau hal lainnya yang bersifat mistis yang erat kaitannya dengan kehidupan dan kepercayaan masyarakat di mana mereka tinggal. Salah satu contoh yang terkenal di daerah Jawa Barat, Pangandaran yakni Nyai Roro Kidul.

Sage
Sage adalah salah satu dongeng yang menceritakan perihal kepahlawanan, seperti Ramayana, Hang Tuah dan cerita lainnya yang membicarakan kepahlawanan yang menjadi kebanggaan seutu masyarakat atau daerah.

Struktur Teks Cerita Fabel

 Adapun secara struktur cerita fabel memiliki bentuk Orientasi, Komplikasi, Resolusi dan Koda. Dalam cerita semut dan kupu-kupu tersebut sudah terwakili keempat bentuk/ unsur dari cerita fabel.

Penjelasan Struktur Teks Cerita Fabel dan Contoh Teks Cerita Fabel

Berikut ini penjelasan mengenai pengertian dari keempat unsur Cerita Fabel :

Unsur Fabel bagian Orientasi adalah permulaan dari sebuah cerita yang biasanya berisi dengan perkenalan dari tokoh yang akan dibaca. Makna Orientasi sering digunakan untuk peserta didik yang baru artinya memperkenalkan situasi cerita kepada pembaca..
Contoh orientasi: Pada waktu dahulu kala hiduplah seekor anak kucing yang sedang berjalan di taman dengan bahagia, senang dan hati yang begitu cerah, hal tersebut dikarenakan dia baru saja mendapatkan ikan yang sangat besar, sehingga menjadikan dia (kusing) tampak berjalan dengan gagah, mendapati makanan yang begitu besar yang akan mengenyangkan perutnya yang lapar.

Unsur Fabel bagian Komplikasi adalah waktu terjadinya sebuah masalah yang dihadapi oleh sang tokoh utama dalam cerita. Bagian ini merupakan bagian timbulnya masalah, baik secara pribadi maupun pribadi dengan pihak lain.
Contoh komplikasi :  Tak disangka Sang Kucing yang membawa ikan besar sambil membanggakan diri itu dan sedang bahagia bertemu dengan kucing lain yang ukuran tubuhnya lebih besar yang ingin mengambil ikan besar bahagai tersebut tapi kucing bahagia tersebut tidak memberikan ikan besar itu kepada kucing yang ukuran tubuhnya lebih besar yang mengiginkan ikan itu.

Unsur Fabel bagian Resolusi adalah bagian cerita dimana sang tokoh utama mendapatkan ide untuk memecahkan masalah yang berada dalam komplikasi. Masalah yang timbul di bagian komplikasi kemudian harus diselesaikan, hingga sang tokoh utama memiliki ide atau pemikiran untuk terhindar atau menyelesaikan masalah yang ada.
Contoh resolusi: Sang Kucing yang bahagia tadi pun mendapatakan ide untuk menyelesaikan masalahnya dengan kucing yang ukuran besar yang ingin mengambil ikan. akhirnya kucing bahagia tersebut membaginya dengan kucing yang ukuran besar lainnya.

Unsur Fabel bagian Koda adalah akhir dari cerita yang mengandung makna dari cerita atau amanat yang dapat diambil dari cerita tersebut. Sebuah cerita atau kisah, salah satunya dalam hal ini yakni Fabel harus memiliki manfaat, pelajaran, amanat yang berguna untuk kehidupan pembaca. Bagian inilah yang dimaksud dengan koda, bagian terpenting dalam sebuah alur cerita, yakni nilai manfaat.
Contoh koda: Kita sebagai makhluk ciptakaan Yang Kuasa harus saling membantu, tolong-menolong bergotong royong dalam menyelesaikan suatu masalah, terlebih jika masalah tersebut, masalah yang bersifat umum.